Primarily for display, this case allows you to curate a personal museum. On a wall, 500 Pencils becomes amazing artwork all its own. These acrylic cases are made specifically to display the entire range of colors in their full glory. The complete set holds 500 pencils and consists of 5 units.
What I need is the dandelion in the spring. The bright yellow that means rebirth instead of destruction. The promise that life can go on, no matter how bad our losses. That it can be good again.
Suzanne Collins (Mockingjay)
the old yet sweet couple
Aku punya cerita, cerita yang berkaitan dgn judul ceritaku di atas. Yah, itulah gunanya judul, merefleksikan apa yang akan diceritakan penulis dalam 1 kalimat. Oke, aku tidak akan berlama-lama berceloteh tentang apa maksud dari judul.
Aku akan berceloteh tentang sepasang suami istri yang sudah lanjut usia, tetapi tetap romantis. Sorot mata keduanya menyiratkan betapa keduanya saling mencintai, no matter what.
Cerita ini bersetting di tempatku menimba ilmu, sebut saja kampusku, sekitar siang hari pukul 11.00. Aku sedang berjalan di kampusku bersama seorang temanku. Tiba-tiba aku melihat sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi. Hey itu hal biasa kan? Ya, tapi tidak biasa bagiku secara pribadi. Aku terkesima melihat mereka. Sang suami merangkul istrinya dengan mesranya, sambil memandangi istrinya dengan penuh cinta dan kesabaran. Aku hanya melihat mereka mungkin kira-kira hanya 1-2 menitan karena aku melihat mereka sambil lalu..
Setelah melewati mereka, sang suami mendekatiku dan temanku, menanyakan kursi roda. Kursi roda untuk istrinya. Aku berusaha mengingat-ingat dimana kursi roda, tp ternyata aku tak tahu dimana. Akhirnya, kami (aku dan temanku) menanyakan kesana kemari dan akupun meminjamkan kursi roda yang pasangan tersebut inginkan. Aku mendorong kursi itu ke sang istri, dan berusaha untuk mendudukkan beliau di kursi roda. Tak dinyana, ternyata dokter yang diinginkan untuk mencabut gigi sang istri sedang tidak ada, sehingga mereka batal memeriksakan giginya.
Sang suami pun menuturkan kisah mereka, beliau bercerita bahwa sang istri mengidap berbagai macam penyakit, berbagai macam penyakit meluncur dari mulutnya. Beberapa yang kuingat adalah tremor, penyakit kandungan yang sudah dioperasi 2 kali, penyakit gigi, dan lain-lain. Biaya pengobatan sudah menghabiskan biaya sekitar setara dengan membeli 2 mobil. Ternyata tidak hanya istrinya saja, sang suami yang aku kira sehat, ternyata juga pernah menjalani operasi otak. Hatiku mulai trenyuh.
Mereka pun memutuskan untuk pulang saja. Kami mengantarkan mereka bersama-sama ke becak yang telah menunggu mereka. Kami bantu sang ibu untuk naik ke becak. Sang suami pun bercrita lagi. Beliau bercerita kalau dahulu jika sang istri disentuh lengan atau pahanya, maka sang istri akan marah dan mengejarnya dengan berlari. Lari yang cepat. Dan sang istri pun tersenyum, sangat manis.. Sang suami dengan pandangan yang dalam pun berkata bahwa dia senang istrinya dapat tersenyum hari ini, biasanya dia hanya bisa menangis.
Kepada kami, sang suami berterimakasih, serta mengatakan hal yang membuatku tak dapat membendung air mataku kepada istrinya. ” Mbak-mbak ini mahasiswa terbaik di sini, coba seluruh mahasiswa di sini seperti mbak, pasti akan baik.”. Lalu sang istri membisikkan sesuatu kepada kami, kami tidak dapat jelas mendengarnya, tapi kami tersenyum..
Pada akhirnya, kami disuruh bertandang ke warung pasangan ini. Kami diberi tahu alamatnya, dan kami pun akan berkunjung kesana suatu saat. Sebelum mereka pergi, aku menyemangati keduanya, sambil mengusap air mataku yang mengalir.
Terharu, trenyuh, betapa sang suami mencintai istrinya begitu dalamnya, walaupun sang istri sakit, tetapi sang suami tetap tegar berada di sisi sang suami. Betapa pandangan penuh cinta itu tidak berubah seiring berjalannya waktu.
Terharu, betapa mereka berterimakasih pada kami yang telah memberi bantuan yang tak seberapa, terharu akan kata-kata mahasiswa terbaik. Kata-kata itu semoga bisa menjadi doa untuk kami, yang masih jauh dari pantas untuk disebut mahasiswa terbaik..
Cepat sembuh ya, Ibu.. yang tegar menghadapi ini semua, Ibu punya Bapak yang setia ada di samping Ibu..
Bapak jangan pernah berubah ya sama Ibu..
Suatu saat kami akan main ke Tugu Indojaya, warung Bapak dan Ibu :)




